Read On(c)e by Yuli Pritania Senselly Online

on-c-e

"First love is eternity. Sometimes remain as memory, sometimes keep going in reality."Mari berkenalan dengan Shin Hae-Kyung, sang pemburu matahari terbit, seorang model cantik sekaligus penulis terkenal yang menyukai bunga poppy. Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Siena, Italia, demi memenuhi permintaan terakhir kakaknya, Eun-Seo, yang tewas akibat kecelakaan pesaw"First love is eternity. Sometimes remain as memory, sometimes keep going in reality."Mari berkenalan dengan Shin Hae-Kyung, sang pemburu matahari terbit, seorang model cantik sekaligus penulis terkenal yang menyukai bunga poppy. Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Siena, Italia, demi memenuhi permintaan terakhir kakaknya, Eun-Seo, yang tewas akibat kecelakaan pesawat setelah berlibur di negeri piza. Dia membenci negara tersebut, karena telah merenggut kakak kesayangannya. Siapa sangka di sana dia malah bertemu si seksi Dexter Rhone yang memiliki bakat memasak luar biasa. Tapi di antara euforia cinta pertama yang baru saja bermula, dia juga harus menemukan seorang pria, cinta pertama Eun-Seo, berbekal dari diari yang ditinggalkan kakaknya itu padanya.Mari menyelami lembaran diari masa lalu Go Sae-Ryung, istri dari sahabat Hae-Kyung, Cha Kyung-Hwan. Sae-Ryung menderita Retrograde Amnesia Complex, menikah dengan Kyung-Hwan ketika ingatan yang mengisi kepalanya belum sempurna. Pernikahan itu baik-baik saja sebelum kenangan masa lalu Sae-Ryung menginterupsi. Ia ternyata mempunyai seorang kekasih yang sangat dicintainya. Mereka menghabiskan waktu selama satu tahun terakhirnya di SMA dan empat tahunnya di Paris. Tapi apa yang bisa dilakukan Sae-Ryung ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa ia telah menjadi istri orang lain dan tidak bisa melanjutkan kisah cintanya di masa lalu?...

Title : On(c)e
Author :
Rating :
ISBN : 9786022513711
Format Type : Paperback
Number of Pages : 304 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

On(c)e Reviews

  • Tiara Kim
    2019-05-08 17:52

    On(c)e.... sebuah cerita simple tapi sempurna nge-Feelnya...Pertemuan pertama, pandangan pertama, cinta pertama, pria pertama, dan ciuman pertama...Dex... oh Dex.... LOVE YA!!!Aku cinta sama tulisan Yuli Eonn. Dia author favoritku. Gak peduli lah mau itu FF yang dibuatnya atau Fiksi... kalau bagus yah tetep bagus. Nyatanya setelah baca On(c)e aku membenarkan 100% pandanganku tentangnya.Hae-Kyung si pemburu matahari terbit bertemu dengan orang yang disukai kakaknya sewaktu berada di Siena. Sampai membuat dia juga pergi ke sana demi mewujudkan keinginan terkahir kakaknya.Terakhir dia bertemu dengan si sexy Dex. Pria yang menurut bayanganku itu terlalu tampan, sempurna, sampai sulit menemukan wajah yang cocok buat menggambarkan mukanya.Karakternya yang easy going... itu buat nih cerita gak pasaran. Apalagi sikap terus terangnya Kyung pas dia bilang sangat tergila-gila sama kisah cinta pada pandangan pertama yang juga terjadi padanya. <3"Aku membuatmu grogi?""Sangat," jawab Kyung dengan suara tercekat"Bagus," ujar Dex. "Kau juga membuatku grogi. Kita seri."KYAAAA!!! DIALOG MACAM APA ITUUUU? AKU sampe ngulang-ngulang bagian itu saking cintanya sama kata-kata Dex di situ. Huh hah huh.... SEMPURNA."I want someone who wants to marry not only a woman but also a wife and a mother. And i will be glad to see him as my husband and the father of my children. And after that... i want nothing anymore. Just it. And it's already enough for me."Yuli Eonn... buat sequel untuk kisah mereka donk! #melas....Sampein salamku untuk Dex-mu :D5 bintang untukmu. Kalau ada 10.. kesepulah kubagikan secara gratis. :D

  • Ifa Inziati
    2019-05-03 16:49

    TENTANG BUKU- Sampul belakangnya lucu! Dimohon para pustakawan GR untuk menambahkan sampul belakang sebagai other edition, please? hehe (maunya banget ini).- Apakah buku ini masuk serial juga? Karena kalau dilihat dari persamaannya dengan Reborn oleh Harninda S. dan Ifnur H. (karya duet, diari, wasiat, Italia) tampaknya mereka memang bersaudara.- Ilustrasi di atas judul tiap bab manis dan berhubungan dengan ceritanya, sebuah detail yang patut diapresiasi.- Jalinan ceritanya lebih mulus dari Reborn dan lebih enak diikuti. Hanya, buat saya pribadi, hubungan para tokohnya yang terlalu berhubungan (mantan pacarnya ini, kakaknya itu, adiknya ini, pacarnya itu) plus nama yang mirip jadi membingungkan dan terkesan begitu kebetulan.TENTANG CERITA1- Bagian pertama yang menceritakan Hae-Kyung ditulis oleh Yuli Pritania, dan saya bisa merasakan keajegan ceritanya datang dari jam terbang yang cukup. Alurnya rapi, gaya bahasanya sudah khas, dan kesukaan saya: dialog antara heroine dan heronya yang lincah dan menggemaskan.- Dexter (bukan yang psikopat itu, apalagi yang kartun) dikatakan blasteran bahkan sampai seperempat porsi beda etnis. Kalau ini YA Amrik, mungkin bisa masuk tokoh yang mewakili keberagaman alias diverse character, tapi saya di sini menangkapnya kurang berarti. Mungkin hanya menambah nilai keseksian yang juga saya tak begitu pedulikan, anehnya. Apa karena cenderung Gary-Stu alih-alih jadi representatif?- Soal latar Italia, saya lebih nyaman dan terhubung dengan Milan di Reborn yang membumi. Di sini, selama Hae-Kyung di Siena, dia terlihat sering mengunjungi restoran dengan mudah dan makan berkali-kali seolah lambungnya karet (di restoran pesan dua menu, lalu bertemu Dex dan dibuatkan makanan lagi yang tentu saja disantapnya), membuat saya kenyang sendiri. Belum lagi diari kakaknya yang juga menceritakan restoran dan makanan. Baik, dia mungkin bertemu dengan Dex karena itu, tapi rasanya sekali-dua kali cukup. Saya pun yakin restoran yang didatangi Hae-Kyung pasti yang terkenal dan, ehm, mahal...- Kemudahan lain adalah Dex yang mengendarai Lamborghini... di Siena... yang saya asumsikan kota kecil? Karena Hae-Kyung turun di Florence? (nanti coba saya lihat peta). Namun mungkin saja karena karena Dex seorang ekspatriat, dan dia terbiasa mengendarai Lamborghini pula di negara asalnya (Inggris/Korea).- Penggunaan Bahasa Inggrisnya banyak sekali di awal-awal percakapan Dex + Hae-Kyung sampai saya nyaris tak sabar kapan bahasanya dialih lagi.- Di kelas memasak (kebayang banget serunya belajar masak di situ! Tapi harganya berapa ya .____.) Dex meminta Hae-Kyung memanaskan oven dengan suhu sekian Fahrenheit. Mungkin ovennya keluaran Amerika, karena Italia tetap menggunakan satuan unit Internasional (SI) dan SI-nya suhu adalah derajat Celsius.- Saya nggak bisa bayangin Dex. Entah bagaimana. Barangkali karena di Italia juga banyak yang seksi haha dan bisa juga karena keterlalusempurnaannya itu...- Karakterisasi di cerita bagian pertama ini sangat hidup. Dan mandiri! Dan kuat! Makanya percakapan antartokohnya terasa alami dan begitu mengalir. Ini juga yang membuat deskripsi tempat eksotis yang biasanya bersejarah jadi tidak membosankan dan terselip mulus. Teknik yang bisa dipelajari dari penulis.- Alasan mereka berpisah... sebagian mungkin karena jalan plotnya. Meski alasannya masih masuk akal dan memang dirasa menyakitkan bagi sebagian orang, hanya saja buat saya belum begitu meyakinkan. Saya kira Dex mudah memaafkan, hiks.- Ingat Meteora malah ingat judul album Linkin Park (agak baper Chester, maaf).- Membaca cerita ini seperti menonton drama Korea yang dekat sekaligus muluk, tapi tetap asyik diikuti karena kerapiannya, karakterisasinya yang terlihat alami, dan faktor menghiburnya yang cukup tinggi. Bukan yang biasa saya nikmati, tapi ini menjadi perkenalan baik pertama saya dengan karya penulis.- Hae Kyung, kau suka matahari terbit, kan? Maybe you want to try hiking in Ijen? 😂2- Cerita kedua yang ditulis Senselly ini lebih lembut, manis, sedikit bertele-tele tapi tetap bisa dinikmati. Tokohnya tak 'seberani' atau 'sefrontal' cerita pertama, lebih mengandalkan arus tenang yang lama-lama menghasilkan hangat. Tak begitu terlihat serapi dan seajeg cerita pertama (karena ada beberapa adegan yang kurang efektif) tetapi ya itu, manis!- Tokoh Sae-Ryung sepertinya yang paling relatable dengan saya dalam soal menjadi ibu rumah tangga. Ya bengong lah, belajar masak lah, baca novel lah... dan karakternya yang santai, menerima keadaan, tapi tetap punya daya juang menjadikannya menarik sebagai tokoh utama di mata saya. Pantas Kyung-Hwan suka!- Saya rasa retrograde amnesia bukan penyakit, tapi lebih ke trauma. Dan seiring pemulihan kesehatannya, ingatannya juga lambat laun akan kembali.- Saya sempat mengira buku Hae-Kyung yang berjudul Once in a Lifetime besar hubungannya, tapi ternyata hanya bumbu singkat. Begitu juga peran suaminya sebagai orang dibalik novel itu.- Oh, saya belum bilang idenya cukup menggelitik, ya? Dengan ingatan masih separuh, bagaimana bisa Sae-Ryung menikahi Kyung-Hwan, padahal dia masih ada janji dengan kekasihnya Ji Woo yang dipacarinya sewaktu kuliah di Paris dulu? Dan pacarnya itu masih menunggu? Saya lega ada penjelasannya menjelang akhir, dan itu semua menjadi jelas!- ENDINGNYA, saudara-saudara. Tipe ending favorit saya. Lalu adegan bangun tidur pagi-pagi itu... aduh manis sekali 😍😍- Saya pun senang Sae-Ryung tak hanya mementingkan urusan cinta dalam kepingan lima tahunnya yang hilang, tapi juga mengembalikan cita-cita dan kemampuannya sebagai seorang desainer. Way to go, girl!- Untuk cerita kedua ini, saya sempat dibuat jejeritan sebentar karena ingin tahu berakhirnya dengan siapa! Perkenalan pertama yang bagus pula dari penulis untuk saya, dan dengan ini mungkin saja saya bisa melahap cerita berlatar Korea (yang bukan fanfic?) lainnya? Siapa tahu.KESIMPULANTiga bintang, untuk segala pengalaman membacanya terutama pengetahuan soal cerita berlatar Korea (which I am lack of) atau pun Eropa. Jika ada kesempatan, saya ingin mencicipi karya penulis yang lain, terutama yang berlatar selain Korea dan bukan FF. Direkomendasikan untuk yang menyukai cerita Korea dan ingin menyelami kisah cinta yang membuat tersenyum.

  • Nay
    2019-04-23 19:48

    Ternyata gaya bercerita Yuli dan Senselly agak mirip. Perbedaan mendasar yang aku amati terletak pada penokohannya. Kalau tokoh-tokohnya Selly terkesan manis dan lembut sedangkan tokoh-tokoh Yuli terkesan optimis dan percaya diri.Tapi ketika cerita berkutat pada pasangan Dexter-Kyung dan Hwan-Ryung, entah kenapa aku malah paling menyukai tokoh Shin Jang Woo. Salah fokus banget nggak sih. Aku menyukai cara dia mencintai Ryung dan sikap dinginnya. Dia itu sosok Neige ‘salju’ yang nggak pantas banget menyerah begitu saja. Entah kenapa menjelang ending aku malah berharap Kyung-Hwan menyerah saja. Iya, itu memang pikiran yang sangat jahat.Aku menyukai bagaimana kedua cerita ini disajikan. Kalimat-kalimat romantis yang bertebaran kesannya nggak gombal. Ada sih, tapi kebanyakan yang nyentuh. Meskipun begitu aku juga masih mencatat beberapa kekurangan dalam novel ini.Pertama untuk bagian Yuli. Aku masih gagal paham tentang penyebab berpisahnya Dexter – Kyung. Kalau dari segi “efek”cara mereka berpisah yang terjadi begitu saja memang kesannya sedih banget, dan aku suka ketika menemukan perasaan seperti itu dalam novel yang kubaca. Hanya saja kalau ditinjau dari segi kelogisan, rasanya alasan Dexter memutuskan hubungan itu belum cukup kuat kalau kita menilik sebesar apa rasa cinta lelaki itu pada Kyung. Masih nggak sebanding. Tapi secara keseluruhan cerita pertama ini diselesaikan dengan sangat baik. Termasuk kegemaran Kyung dalam hal memburu matahari terbit, ini ide yang keren dan romantis.Kedua, untuk bagian Senselly. Ini kali pertama aku membaca tulisan Senselly. Aku sempat khawatir saat diceritakan kalau Ryung lupa kenapa ia bisa menyukai dunia desain dan sama sekali kehilangan kemampuannya dalam bidang itu. Sedangkan kita tahu bahwa amnesia tidak akan menghilangkan skill dan passion seseorang. Untung saja selanjutnya diberi penjelasan kalau Ryung akhirnya bisa jauh lebih unggul dengan orang lain yang belum pernah belajar desain sebelumnya.Selain itu pada cerita Selly rasanya agak aneh ketika dia baru membuka box kenangannya selama di Paris setelah berbulan-bulan amnesia. Meskipun dikatakan bahwa dia sebelumnya memang nggak peduli dengan masa lalu, setidaknya dia kan butuh melihat barang-barang apa saja yang dia bawa dari Paris. Kali aja ada yang penting. Dan yang terakhir adalah penggunaan kata ‘mengacuhkan” yang sering kali salah penafsiran.Tapi dari kekurangan di atas, aku benar-benar menyukai ide cerita Selly. Nyeseknya dapet. Gimana sih rasanya saat seseorang yang tengah amnesia, kemudian menikah dan mendapati fakta bahwa dia pernah sangat mencintai seseorang di masa lalu, dengan kisah yang belum usai dan mereka ternyata berjanji bertemu beberapa hari lagi? T_TSukses terus untuk kedua penulis, ditunggu karya-karya selanjutnya :))

  • Alfriani Tampubolon
    2019-05-07 16:57

    Yuli Pritania memang ahli dalam memburu pria yg pantas digigit. Kau pasti takkan kecewa deh. Kali pertama memperkenalkan Dexter Rhone, aku udah langsung jatuh cinta dengan segala bentuk deskripsi fisiknya yg sempurna. Dan karna membaca On(c)e aku jadi penasaran dan ingin tahu tempat-tempat indah yg dikunjungi Ha-Kyung. Hihihi. Dan entah kenapa saat pertama kalinya dia menulis cerita dengan tangannya sendiri aku terharu membacanya. Terharu bahwa novel pertama yg dia tulis sendiri diberikan pada pria itu. Juga pengakuannya pada publik ttg rahasi tulisannya. Hmm, aku jadi penasaran dgn ceritanya. Yah, seperti yg dikatakan authornya sendiri, ceritanya masih mentah, dan tidak terlalu byk konflik yg ditawarkan.Well, ini bacaan ringan yg cukup menghibur utk mengisi waktu senggang.

  • Vindri Prachmitasari
    2019-05-04 17:44

    hmm.. sebenarnya kisahnya sederhana. tentang cinta pertama. Konflik cerita tdk terlalu menguras energi untuk membacanya. jd cukup ringan dibaca. namun, saya agak kesulitan untuk membaca partnya Yuli, karna terlalu banyak menggunakan kata ganti " gadis itu / pria itu " sehingga saya sedikit kesulitan untuk mengetahui sebenarnya ini yg ngomong siapa? si Dex ato si Hae Kyung. beda dgn partnya selly, saya bisa nikmatin. walaupun msh ada menggunakan kata ganti "pria itu /gadis itu " tapi diawal kalimat sudah ada petunjuk siapa sebenarnya yg ngomong. oia, saya juga suka dgn percakapan antara Dex dgn Hae kyung, terasa nggak biasa. sedangkan untuk selly, saya suka alur ceritanya yg jelas.

  • Imnaeyin
    2019-05-11 12:35

    cool

  • Usagi rafi dewi
    2019-04-22 14:45

    biasa aja

  • Ima Nurcahyanti
    2019-05-12 19:53

    kalo aja bintang nya boleh patahan. aku akan ngasih 3,5.3 untuk kesempurnaan dan kepuasanku, setengah untuk ketidaksukaanku. hehe