Read Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti by Winna Efendi Online

ai-cinta-tak-pernah-lelah-menanti

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan.SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri.AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sanCinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan.SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri.AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai tumbuh remaja, gadis-gadis mulai mengejarnya. Entah bagaimana, aku pun jatuh cinta padanya, tetapi aku memilih untuk menyimpannya. Lalu, datang Shin ke dalam lingkaran persahabatan kami. Dia membuatku jatuh cinta dan merasa dicintai....

Title : Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti
Author :
Rating :
ISBN : 9789797806866
Format Type : Paperback
Number of Pages : 277 Pages
Status : Available For Download
Last checked : 21 Minutes ago!

Ai: Cinta Tak Pernah Lelah Menanti Reviews

  • Thesunan
    2018-12-01 15:42

    ehhmmm.... mo bikin review,.... miiikir dulu... liat friend reviews di buku ini cuma ada 3 makhluk batangan yg baca buku ini, yaitu kang erie pencinta chiklit, dan kang nenang (pencinta chiclit?) satu lagi abdolay, which is i dont know him.. :), dan sisanya adalah makhluk halus penghuni GR. Wah kurang Ijul nih sang Metropop lovers. Namun hal tadi tidak menyurutkan saya untuk curcol.. ;))Novel yg membuat saya ingin mengumpat ; SIALAN!!! Novel yang berhasil mengaduk2 perasaan dan mambangkitkan kenangan yg telah lewat. Dan sukses menghadirkan "kupu2 di dalam perut saya" ;)), Terima kasih buat Winna Efendi karena telah menulis novel ini, dan Mba Lita yg telah berbaik hati meminjamkannya pada saya.Sebelum baca novel ini saya tau saya pasti ngalamin sensasi2 ini, dari review temen2 saya bisa tahu itu, tapi saya suka reminiscing yg menyayat2 hati.. hehehhe *dasar sadomasokis.. :)Cerita yg klise, namun klise yg menyenangkan..Novel yg dibagi jadi dua bagian, bagian pertama dari sudut pandang Sei, dan yg kedua dari sudut pandang Ai, kedua orang sahabat saling mencintai, namun tak berani mengungkapkanya, hanya menyimpannya di hati masing2, hingga muncul orang lain di kehidupan mereka yaitu Shin dan Natsu yg merubah kehidupan mereka."We'll be Friends Forever, won't we, Pooh?' asked Piglet. Even longer,' Pooh answered." — A.A. Milne (Winnie-the-Pooh)Pernahkah kalian mencintai sahabatmu sendiri..?, klo saya sih pernah(dan masih), begitu pula Ai dan Sei tokoh utama di novel ini.Dan jika pernah, apakah kalian mengungkapkan perasaan tersebut kepada sahabat kalian secara langsung,.? Beruntunglah kalian yang pernah mengungkapkannya, klo saya sih tidak, dan saya sangat menyesalinya sampai detik ini. Ketakutan lah yg membuat saya seperti itu, ketakutan ketika sahabat saya tidak mempunyai perasaan yg sama, ketakutan persahabatan yg sedang dijalani menjadi buyar, dan bubar.Bagaimana dengan Ai dan Sei..? apakah Ai dan Sei mengungkapkan perasaannya masing2,,? baca aja bukunya, spoiler klo saya ceritakan di sini.. :)jadi pengen nyanyi lagunya AA John MayerFriends, lovers, or nothingThere can only be oneFriends, lovers, or nothingWe’ll never be the inbetweenSo give it upahh.. mari lanjut curhat,, mari anggap saja saya Pooh dan sahabat saya Piglet.Pooh dan Piglet telah bersahabat lama, Pooh sangat mencintai Piglet, seperti halnya Sei mencintai Ai, namun bertahun2 perasaan itu hanya disimpan sendiri, tak pernah dibagi dan diungkapkan ke Piglet, tak pernah juga perasaannya itu diceritakan ke orang lain, Pooh hanya mampu(berani) berbicara jujur tentang perasaannya lewat tulisan di blog. Ya blog itu isinya dulu dipenuhi perasaannya terhadap Piglet.Pernah suatu waktu Pooh mengumpulkan keberaniannya dan berniat mengungkapkan perasaannya terhadap Piglet, namun sebelum Pooh mengungkapkannya, tercetuslah kata2 yg di bold di atas. Akhirnya Pooh mengurungkan niatnya tersebut, dan sampai sekarang Pooh tidak (mau )tahu apa isi hati Piglet. Seandainya saja pada waktu itu Piglet nanya gini "We'll be Lovers Forever, won't we, Pooh?' asked Piglet. Even longer,' Pooh answered."what if.. what if.. what if, ah sudahlah..melihatmu bahagia bagiku itu lebih dari cukup untuk membunuhku

  • Speakercoret
    2018-11-24 19:25

    Natsu: Dia ada di sisimu setiap kali kamu membutuhkannya, tapi apa kau ada di sisinya saat dia paling membutuhkanmu? ini kisah cinta dan persahabatan....Natsu : "Mencintai dalam bentuk apapun memang menyakitkan.."Sei : "Tidak, mencintai adalah hal paling indah didunia ini, terutama ketika kau melihat orang kau cintai bahagia."Shin : "Hal terpenting dalam cinta adalah persahabatan, dam hal terpenting dalam persahabatan adalah cinta."Ai : "Mereka semua sama saja. Akhirnya, mereka akan marah dan melukai kita. Jika itu adalah cinta, aku tidak mau"Ketergantungan selalu membuat masalah, walau dengan persahabatan sebagai alasan.. Capek ga sih ngadepin orang kek Ai? mungkin bagi Sei ga capek, mungkin bagi Shin pun tidak.. tapi baru ngebayangin nemu atu aja yg kayak Ai, dah capek..Katanya ke Tokyo karena pengen mandiri.. tapi mo ditinggal ma Sei aja ngambek, padahal udah ada Shin.. Alasan harus slalu bertiga, krena persahabatan mereka ga boleh pecah.. tp kan bukan berarti mendikte satu sama lain |-(Kadang terpikir ni Ai lemah amat sih.. tapi apa bener dia lemah? buktinya dia bisa membuat Sei dan Shin melakukan apapun yang ia inginkan..Sei? salahkah Sei mengalihkan perasaannya pada Natsu? bagi gw engga, tp yang bagi gw salah, dia memulai hubungan dengan natsu saat masih menyimpan haparan suatu saat dia bisa bersama Ai.. so dia anggap Natsu apa? pengisi waktu luang? |-(Shin? Kedatangan shin membuat 'sesuatu' yang katanya dimiliki Sei dan Ai berubah... Apakah salah Shin? itu takdir menurut gw, bukan pilihan..Takdir yang membuat Shin harus pindah ke desanya Ai dan Sei..Seperti takdir yang membawa Ai kembali ke desa itu setelah kematian ibunya..Seperti Takdir yang merenggut Shin dari Ai dan Sei..dan seperti takdir yang membawa ai kembali kepada Sei..dan adalah takdir pula garis hidup Natsu bersinggungan degan Sei, Ai dan Shin..Tapi pilihanlah yg membuat Natsu menyerahkan hatinya utk Sei.. dan pilihanlah yg akhirnya membuat Sei meninggalkan Natsu utk mengejar cinta yg belum pasti untuknya..Di dunia ini, ada beberapa hal yg disebut takdir -- sisanya adalah pilihan. Jangan sesali sesuatu yg sudah ditentukan oleh takdir, karena tanpa kesulitan dan kesedihan, kita tidak akan benar-benar menghargai kebahagian - 254jadi inget pepatah jadul.. Kalo jodoh ga akan kemanadan ingat pepatah kesukaannya Yudha Kalo ga Jodoh ya kemana-mana---------------------------------------------------dikirain ni buku bakal bikin gw membutuhkan tissue sepak.. teryata engga.. sedih sih, tp ga sampe make tissue :D

  • Ayu Yudha
    2018-12-07 16:28

    Persahabatan Ai dengan Sei sudah hampir memiliki segalanya. Tawa, canda, senang bahkan duka sekalipun. Hanya satu yang tidak ada disana. Cinta.Saat Shin datang, segalanya menjadi lengkap.Cinta itu Shin.Shin adalah sesosok cinta yang mereka butuhkan dengan caranya masing-masing. Ai mencintai Shin dalam kesederhanaan dan ketulusannya. Sei mencintai Shin dalam rasa persaudaraan yang kuat. Dan Shin membalas kedua cinta dari sahabatnya tersebut.Tanpa mereka sadari ada yang patah diantaranya. Sei mendadak sadar, sebenarnya dia mencintai Ai. Demicintanya pada Ai, Sei rela mengikuti kemauan Ai dan Sei untuk meneruskan kuliah di kota besar. Mereka berjanji untuk terus bersama, bertiga. Untuk kemudian bersama tinggal dalam sebuah apartemen, bersama mencari pekerjaan untuk bisa hidup, dan bersama mengejar pendidikan yang tidak mudah bagi mereka.Namun Ai dan Shin lupa, tidak selamanya dunia mereka memiliki celah untuk Sei. Hanya Sei yang sadar akan hal tersebut. Dia memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri dengan pekerjaan dan Natsu. Natsu yang halus dan selalu menikmati saat-saat bersama Sei. Natsu yang akhrinya harus sadar bahwa dirinya tidak punya tempat di hati Sei. Natsu yang hanya mampu mengembangkan senyum getir setiap kali melihat sinar di mata Sei untuk Ai.Karna cinta memang selalu tahu kapan waktunya untuk pergi. Meninggalkan tangis, sedih dan luka yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Dan hanya menyisakan sepercik impian yang tidak akan pernah terwujud, raga yang hanya bergerak atas nama rutinitas, jiwa yang masih tertinggal karena belum bisa pergi, bekas airmata yang sudah tidak bisa terhapuskan, kepingan-kepingan ingatan akan kejadian manis, dan bayangan wajahnya di setiap langkah yang terjejak..Namun cinta tahu benar kapan saatnya untuk datang kembali dan menetap. Akan selalu ada yang terluka karenanya, namun akan selalu ada senyum yang mengimbangi luka tersebut. Penantian, ketulusan, dan kesungguhan adalah penopang dari cinta yang Sei rasakan untuk Ai.Dan cinta itu memang Shin.Mereka terus bersama di kemudian hari, menapaki jalan cinta mereka yang terbentuk atas kebersamaan dan impian yang sudah ada sejak dulu. Meneruskan apa yang sudah pernah terasa sejak dulu. Shin akan terus ada dalam hati mereka, seperti halnya cinta..

  • Sweetdhee
    2018-11-30 18:23

    katakan padaku, apa hati bisa dipaksa?Jika ada hati yang merasakan hidup hanya dengan kehadiran orang lain,bagaimanakah cara untuk menjauh?Jika ada hati yang merasakan ramai kala hanya sendiri memikirkan seseorang,bagaimanakah cara untuk menghentikan pikiran itu?Jika ada hati yang merasa aman kala seluruh dunia menghujat,bagaimanakah cara melepaskan perisai itu?Itu yang dirasakan Ai dan SeiKeduanya berusaha untuk menjauhkan perasaan, menghentikan pikiran, melepaskan perisai..Keduanya memaksakan hati nyaAi kepada ShinSei kepada NatsuKatakan kepadaku sekali lagi, apa hati bisa dipaksa?

  • Septika
    2018-12-03 20:42

    "Sesulit apapun, hidup harus terus berjalan. Hidup tak punya waktu untuk menunggu orang-orang yang tidak siap melanjutkan sisa kehidupannya."

  • Roos
    2018-12-08 18:32

    Buku ini BAGUS buat cewek pecinta Chicklit,ehhmmm buat cowok juga boleh.Sedikit Spoiler tanpa mengurangi bagusnya cerita. SEI:Sebagai tokoh pertama yang bercerita, memang tidak banyak liku dalam hidup SEI MATSUMOTO. Lahir dari keluarga yang utuh, saling mendukung dan saling menyayangi meski lebih banyak dalam diam, tidak begitu banyak dialog dalam keluarga Matsumoto, sepertinya mereka lebih banyak menggunakan bahasa tubuh namun dari situ malah banyak pengertian yang muncul. Pengertian akan beratnya hidup dan bagaimana saling membantu dalam keluarga. Sei tumbuh menjadi lelaki yang cerdas, sabar, pengertian, kuat, teguh dan menyayangi keluarga dan teman. Dan dia juga menjadi pribadi yang tenang, rendah hati dan bersahaja, hingga banyak dikagumi para gadis-gadis teman sekolahnya, Termasuk Ai pada saat itu. Tapi Sei juga terlalu pendiam lebih banyak mengalah dan menerima, sepertinya tidak ada usaha untuk memperjuangkan sesuatu selain menunggu. Membaca bagian Sei, tidak begitu membuat emosiku naik turun, lebih datar dan sabar menunggu apa yang terjadi berikutnya, persis seperti SEI Matsumoto.AI:Aku agak kabur dengan latar belakang Ai yang mempunyai ayah Amerika dan Ibu seorang Indonesia ( tidak tahu seperti ada yang kurang dengannya ). Tapi pribadi Ai yang periang dan cerewet berbalik dengan Sei, justru mempunyai banyak kerapuhan dan kecerobohan. Dan yang paling terlihat adalah keegoisan. Dan Ai sebagai pencerita telah berhasil membuat emosiku naik turun, entah itu marah, senang, sebel dan benci bahkan menangis saat rasa kehilangan Ai begitu dalam, bahkan keegoisan dan kenaifannya bikin trenyuh. Duh. Lalu ada Shin dan Natsu yang manyadarkan kedua orang ini akan cinta mereka yang paling dalam dan telah lama tumbuh. Bagusnya cerita ini adalah kesadaran akan rasa cinta Sei dan Ai yang datang tidak pada saat bersamaan. Membuat buku ini layak untuk dibaca karena begitu membuka halaman pertamanya akan sulit untuk menaruhnya kembali. Ai yang lebih dulu menyadari rasa itu, tapi seiring waktu dia memendamnya hingga hampir terkubur dan Sei menyadarinya justru saat Ai menemukan kebahagiannya yang notabene bukan sepenuhnya menjadi kebahagiaan Sei. Ceritanya ringan dan mengalir dengan lembut, selembut cinta Sei pada Ai.Ohya Thanks to Windry karena pinjamannya. Dan sepertinya aku akan beli deh, Wind. Keren.

  • Mia Prasetya
    2018-11-29 13:46

    Teman saya pernah berkata, tidak ada yang namanya sahabat sejati antara wanita dan perempuan, pasti pernah ada cinta di antara mereka. Mungkin seperti itu yang terjadi dengan Ai dan Sei. “Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat tiba-tiba kau sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan”Sei tidak menyadari cintanya pada Ai sampai datang pria ganteng dari Tokyo di antara persahabatan mereka, Shin.Dengan latar belakang yang mirip-mirip dengan Ai, tentu saja mudah untuk Ai jatuh cinta dengan Shin. Memang harus kehilangan dulu, baru kita tahu betapa berharganya seseorang bagi kita. Sei tersadar, selama ini cinta sejatinya adalah Ai. Mau bilang apa sekarang? Terlebih lagi ada kehadiran Natsu, rekan sekerja Sei yang menyatakan cinta padanya. Tapi, benarkah Sei sudah melupakan Ai? Benarkan cinta sejati tak pernah lelah menanti?Ai, novel kedua Winna Efendi yang saya baca setelah Refrain. Sepertinya persahabatan laki-laki perempuan sedari kecil cukup menarik perhatian Winna. Tema yang sama dengan Refrain. Tapi saya lebih suka refrain, ceritanya lebih menyentuh hati. Kalo baca Ai ini entah kenapa jadi mengingatkan saya akan cinta segitiga Bella-Jacob-Edward, terlebih lagi baru aja kelar nonton New Moon. Waaah tambah deh :D“Aku tidak membencimu. Yang aku benci adalah orang-orang lemah yang tidak bisa berdiri pada kedua kaki mereka sendiri, selalu bergantung dan menyebabkan penderitaan pada orang lain” hal.261. Kalimat Natsu pada Ai. Kalimat yang ditujukan kepada Ai. Memang sih terkadang kesannya egois, setelah Shin pergi, Sei mendedikasikan hidupnya ke Ai, tapi giliran bilang suka, Ainya ga mau. Tapi balik lagi, kalo Shinnya yang mau kita bisa bilang apa? Lagian mungkin cinta sejati jalannya memang harus berliku-liku. Terlebih lagi, saya tidak tahu rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kekasih hati, bisa jadi juga saya seperti Ai, ato lebih parah, kaya Bella. Ah, memang susah bicara cinta. Tapiii, kalo liat New Moon tadi bener-bener deh, jadi sebeeeelll ama Bella. Kasihan Jacobnya *bawa pompom dukung Jacob* Untung mood hati pagi ini lagi happy, kalo ga sepertinya saya bisa depresi deh liat New Moon, pilem cinta yang ga ada hepi hepinya sama sekali, bahkan nyegirpun tidak si Bella ini selama 1,5 jam. Ughh. Untung aja perut Jacob yang menghibur :D

  • Agung
    2018-11-11 13:51

    Hal terpenting dalam cinta adalah persahabatan dan hal terpenting dalam persahabatan adalah cintaTema persahabatan yang bersemi menjadi cinta adalah tema buku-buku Winna. Setelah sebelumnya sudah jatuh hati terlebih dahului terhadap adiknya Refrain kini rasanya aku mau berpaling kepada kakaknya Ai :3Mengisahkan tentang dua sahabat yang bertetangga sejak kecil. Keduanya merasa saling memiliki satu sama lain. Getaran cinta mulai terasa namun mereka masih belum berani untuk menyatakan perasaan masing-masing. Hingga suatu hari datang seorang bocah dari kota yang berhasil membaur dalam persahabatan mereka. Kehadiran sahabat barunya ini mulai memengaruhi ikatan yang terjalin antar keduanya. Cinta yang tak tersampaikan kian hari kian memudar. Cinta yang baru mulai bersemi.Namun takdir berkata lain...Cinta baru itu tak lama menemaninya. Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa sang kekasih. Ketika rasa kehilangan tak juga sirna dari kehidupan sahabat masa kecilnya senantiasa menemani. Diantara serpihan rindu akan kekasihnya yang telah pergi, sahabat masa kecilnya mengungkapkan perasaannya. Dia tak tau harus berbuat apa. Yang bisa dilakukannya hanyalah menghindar karena tak mau merasa bersalah terhadap kekasihnya yang telah pergi. Ketika dia sudah benar-benar sadar dan akhirnya kembali tak ditemuinya sosok sahabat masa kecilnya itu. Pesan kekasihnya yang mengucapkan selamat tinggal di mimpi mengingatkannya akan sesuatu. Dia tak ingin kehilangan lagi orang yang dia sayangi. Dia mencari sahabat masa kecilnya itu dan menemukan kembali cinta pertamanya.

  • Nilam Suri
    2018-12-10 17:37

    pas selesai baca buku ini, pikiran pertama adalah "aww, manis beneur..." hehehe.tapi waktu pertama liat bukunya, langsung jatuh cinta sama covernya, cantik sekali. untungnya ceritanya juga nggak mengecewakan.belum lagi settingnya yang di jepang ngasih suasana yang beda, pasti si penulis lama tinggal di sana ya, karena sepertinya paham sekali tentang kebiasaan dan seluk beluk negeri itu.persahabatan ai dan sei pun lumayan membuat iri, dan kedatangan shin juga nggak menimbulkan pikiran buruk.pokoknya saya sukalah buku ini.ringan, manis, dan menyenangkan, seperti permen ;D

  • Harun Harahap
    2018-11-13 20:42

    @Shin: Semoga kau tenang dan bahagia di alam [email protected]: *plak* Itu tadi buat kelambanan dan [email protected]: *plak* Itu tadi buat keegoisanmu dan [email protected]: *peluk* Dia bukan belahan jiwamu, teruslah melangkah.*************************************************************Apakah mungkin persabahatan antara lelaki dan wanita akan berakhir pada saling mencintai?Karena katanya:"Cinta adalah Persahabatan.Persahabatan adalah Cinta."*************************************************************-review berlanjut-

  • Sabrina Zee
    2018-12-05 14:49

    Cerita yang sangat klasik. Cinta dalam persahabatan. Bersetting di Jepang...Sei dan Ai saling menyembunyikan perasaan karena takut merusak hubungan persahabatan mereka. Namun saat Shin datang ke dalam lingkaran persahabatan mereka, Sei mulai bertanya-tanya. Apakah ia akan terus bersembunyi dan membiarkan Shin mengejar Ai? Dan siapakah yang dipilih Ai?Buku ini dibagi dua. Bagian pertama diceritakan dari sudut pandang Sei. Dan bagian kedua dari sudut pandang Ai. Kedua bagian itu seakan terpisah namun menjadi satu kesatuan. Saya suka dengan pemisahan bagian itu karena saya bisa mengenal kedua tokoh utama masing-masing dengan lebih baik.Saya sudah membaca dua karya Winna Efendi, yaitu Refrain dan Remember When. Yang paling saya sukai dari karyanya adalah bahasanya. Rapi, enak dibaca, sederhana, namun mengena. Dan dia tidak bermain-main dengan deskripsinya. Penggambarannya tentang Jepang dan bahasa perasaannya patut diacungi jempol. Saya belum pernah membaca karya lokal yang bahasanya sebagus ini.Namun saya tidak suka dengan ceritanya. Bukan tipe saya karena terlalu datar. Lalu di saat ada adegan kematian, saya tidak bisa ikut merasa sedih ataupun simpati. Entah kenapa bagian itu serasa dipaksakan. Seakan bagian itu lewat dan terlupakan. Lalu, alurnya yang melompat-lompat terlalu banyak. Memang terasa manis dan menyenangkan. Tapi agak merusak alur majunya.Saya hanya bisa menikmati novel ini di bagian pertama. Saat Sei bercerita tentang kehidupannya dan rasa sayangnya pada Ai, saya merasa terpukau dengan sosoknya yang tenang, pandai, dan bisa diandalkan. Bahkan saya sangat sedih saat melihat dia kecewa waktu menyadari Ai memilih Shin. Tapi untuk bagian kedua... Yah, mungkin karena saya tidak suka tokoh Ai kali ya. Saya tidak pernah suka tokoh yang lemah dan hanya bisa bergantung pada orang lain. Saya tidak bisa bersimpati pada tokoh yang memilih universitas dan jurusan sekolah dengan asal-asalan. Ai hanya kuliah demi terus bisa bersama Shin dan Sei. Sosoknya yang tidak mandiri membuat saya bertanya-tanya apakah Sei dan Shin menyukai Ai hanya karena penampilan gadis itu saja. Karena terus-terang deskripsi Ai yang saya tangkap hanyalah sebagai gadis yang dikejar banyak cowok dan juga egois.Tapi itu sih hanya masalah selera. Saya yakin untuk orang yang suka cerita romantis dan berlatar belakang budaya cantik Jepang pasti akan menyukai novel ini.

  • Bulan
    2018-11-19 14:35

    Sebenarnya tidak berminat mereview buku ini..Terlalu "menohok" untuk diriview. Tapi ya sudahlah,saya coba.Buku ini dibagi dua sudut pandang, sudut pandang dari Sei dan dari Ai.Saya pribadi sih kurang suka cara menuliskan dua sisi itu. Ketika sampai pada tengah-tengah buku (sudut pandang Sei), malah jadi terasa malas ngelanjutinnya ke sudut pandang Ai. Mungkin kalo selang-seling jadi lebih menarik. :DBuku ini bercerita tentang dua sahabat (Sei dan Ai) yang ternyata saling mencintai namun tidak ada yang berani mengungkapkannya sampai kemudian muncul Shin dalam persahabatan mereka. Lalu muncul juga Natsu di tengah-tengah kehidupan mereka. Hah,,muncullah konflik disana.Mencintai sahabat, mungkin banyak yang pernah mengalami hal itu.Kesan pertama saya baca buku ini: "hhh...plis deh"Terimakasih buat kang Imam yang berbaik hati meminjamkan buku ini.Satu bintang untuk Sei.Satu bintang untuk bunga-bunga sakura di tiap halaman.Dua bintang untuk ceritanya yang membangkitkan kenangan masa lalu (oh saya benci ini,benci-benci tapi rindu jua). :P

  • miaaa
    2018-11-13 18:42

    Buku ini kelar di baca dalam waktu beberapa jam saja, sambil nungguin anak kelas Basic TV praktek siaran di studio dan Master Control Room. Di tengah-tengah teriakan "cue, ulangi dari headlines yah, hingga celotehan rempong ses (yang entah apa artinya)" aku asyik membaca buku ini walau sorot lampu studio membuat kami semua kepanasan.Asyik. Seasyik membaca manga, itu yang aku rasakan. Walau tidak bergambar, aku bisa melihat sketsa manga setiap adegan. Kisahnya juga awam di dunia manga, tentang cinta dan persahabatan antara tiga anak manusia.Tapi dari semua tokoh di buku ini, hanya Natsu yang menarik perhatianku. Seorang perempuan yang jauh lebih mengerti rasanya kehilangan seseorang, seseorang yang walau ada di sebelahnya tapi tidak bisa dia sentuh tidak bisa dia miliki hati dan cintanya, dibandingkan dengan Ai. Dia benar, Ai egois. Dia disakiti, tapi tetap mencintai. Natsu mengingatkanku pada seseorang. Dia mengingatkanku pada diriku sendiri.

  • Hippo dari Hongkong
    2018-11-24 15:21

    sudah selesai seh sekitar tiga minggu yang lalu cuman kena penyakit malas buat mindahin ke rak read :Dmasih blom sanggup bikin ripyutar deh nyusul ripyu na------------------------walah, direkomen baca buku ini ama nenangciklit kah? *garuk2 pala*covernya imut, judulnya pendekjadi inget lagu dul sumbang yang judulna "Ai" ;))

  • lita
    2018-11-29 16:49

    kayak baca buku harian sendiri. tapi ada satu kalimat di buku ini yang musti ditulis dalam buku harianku:"kehilangan memiliki cara tersendiri untuk mengubah orang-orang yang mengalaminya, tapi melarikan diri tidak pernah menyelesaikan apa-apa"so I'm ready for the next one now :D

  • Femmy
    2018-11-20 13:23

    Aku pertama mengenal Winna lewat BookMooch, jadi tahu ketika dia menerbitkan novel Kenangan Abu-Abu. Cuplikan yang ditayangkannya di GoodReads membuatku langsung tertarik pada buku itu, tetapi saat ke toko buku, novel Ai ini yang sering kulihat dipajang, dengan sampul yang sangat imut. Akhirnya, suatu kali aku tak tahan lagi dengan sampul itu, dan kubeli buku ini.Ai berkisah tentang cinta dan persahabatan antara Ai dan Sei, yang sudah berteman sejak kecil, serta Shin, pemuda pendatang baru di desa mereka. Kisah sederhana yang menjadi menarik berkat gaya tutur penulis yang lancar dan enak dibaca, sehingga aku bisa menyelesaikan novel ini dalam waktu yang cepat untuk ukuranku. Daya tarik lain novel ini adalah latar tempatnya yang di Jepang, dan penulisnya tampaknya cukup memahami seluk-beluk negara itu. Kebiasaannya dan kebudayaannya teranyam dengan cukup baik dengan jalan ceria yang dijalin, seperti misalnya festival sakura yang dijadikan latar perkembangan plot penting, disertai informasi kecil yang membuat pembaca sedikit lebih mengenal Jepang. Aku menduga penulisnya rajin melakukan riset dalam mengolah novel ini, selain juga menggemari manga, yang nuansanya cukup terasa.Penokohan dalam novel ini cukup baik, terutama Sei. Ia lebih muda dari Ai atau Shin, fakta yang cocok dengan sifatnya yang pendiam dan pasif. Sifatnya ini konsisten di sepanjang novel, memengaruhi setiap keputusan yang diambilnya. Mungkin karena dia tokoh sudut pandang di hampir seluruh novel ini, aku merasa paling mengenal Sei. Dengan Ai dan Shin, aku merasa lebih berjarak karena mengenal mereka sebagian besar melalui penggambaran Sei, yang tidak terlalu tecermin dalam adegan atau perilaku. Setelah sudut pandang beralih ke Ai di bagian kedua novel, barulah sifat gadis ini yang menggebu-gebu lebih terasa.Tambahan lain, aku merasa penokohan dapat lebih bagus lagi jika aspek-aspek kepribadian setiap tokoh bisa lebih padu. Misalnya, kesukaan Sei pada arsitektur muncul sekilas di sana-sini, tetapi tidak turut membentuk kepribadiannya. Kita membaca tentang berbagai bangunan yang dikunjungi Sei dan Natsu, tetapi kita tidak tahu sisi apa dari bangunan itu yang membuat Sei tertarik secara pribadi. Seandainya aspek arsitektur ini diganti dengan hal lain, sepertinya hanya mengubah beberapa paragraf dan tidak memengaruhi cerita.Struktur cerita yang membagi dua novel menjadi sudut pandang Sei di awal dan sudut pandang Ai di akhir tentunya sudah diputuskan melalui pertimbangan masak-masak, tetapi aku menyayangkan bahwa proses jatuh cinta Ai dan Shin jadinya tidak terlalu tergambar, karena dilihat dari sudut pandang Sei. Padahal, proses ini salah satu hal yang kucari dalam novel romantis.Secara keseluruhan, Ai adalah novel yang ringan dan menghibur, dan aku cukup menikmati membacanya.

  • Desty
    2018-11-23 19:21

    Awalnya hanya ada Ai dan Sei. Mereka lahir pada tanggal dan bulan yang sama, hanya saja Ai setahun lebih tua daripada Sei. Pertemuan pertama mereka adalah ketika Sei terduduk di atas salju mengangisi Shin, marmutnya yang mati. Ai menghibur lelaki kecil itu, dan mereka bersama-sama menguburkan Shin di dalam salju. Sampai di tahun terakhir SMA, Ai dan Sei selalu bersam-sama, kecuali ketika Ai harus pergi dengan ibunya ke Bali, meninggalkan ayah Ai di Jepang. Ketika ibu Ai meninggal, Ai kembali seorang diri ke Jepang dan kembali hidup bersama ayahnya. Sejak saat itu Ai dan Sei saling berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain. Di tahun terakhir SMA itu, datanglah Shin, pemuda dari Tokyo, dan menjadi sahabat ketiga mereka. Jadilah, Sei, Ai dan Shin sahabat yang selalu bersama-sama.Pilihan untuk bersama itu berlanjut ketika ketiganya berhasil masuk ke Universitas Todai di Tokyo. Ketiganya juga menempati apartemen yang sama. Akan tetapi pilihan untuk tetap bersama menjadi lebih sulit (bagi Sei), ketika Ai dan Shin memproklamirkan diri mereka menjadi sepasang kekasih. Sei, yang sudah lama memendam perasaan kepada Ai harus mengalah demi kebahagiaan Ai.Sayangnya, kebahagiaan itu berlangsung singkat. Mereka (kembali) harus kehilangan sosok Shin, yang meninggal akibat kecelakaan. Mereka bahkan tidak sempat mengucapkan kata perpisahan pada Shin. Ai menjadi orang yang berbeda. Sei sekali lagi memilih tetap di samping Ai, menjaga Ai, dan melindungi Ai.Selain ketiga tokoh di atas, ada satu tokoh lagi yang juga mengambil peran penting yaitu Natsu (dan saya pribadi lebih menyukai tokoh yang satu ini). Gadis yang bekerja di restoran ramen tempat Sei bekerja ini, jatuh cinta pada Sei. Sei dan Natsu bahkan hampir hidup bersama, walaupun Natsu sudah teahu sedari awal hanya ada Ai di hati Sei. Natsu jugalah yang kemudian menyadarkan Ai tentang cinta sejatinya. Walaupun Natsu harus kehilangan lagi. Ada satu kalimat yang membuat saya jatuh cinta pada Natsu, adalah ketika dia dengan tegasnya mengkritik Ai yang sudah merebut Sei darinya. Kalimat yang sama yang menyadarkan Ai akan cinta sejatinya.“Aku tidak membencimu. Yang aku benci adalah orang-orang lemah yang tidak bisa berdiri pada kedua kaki mereka sendiri, selalu bergantung dan menyebabkan penderitaan pada orang lain”Kisah cinta segitiga berlatar belakang kota Tokyo dan sekitarnya, serta budaya Jepang yang kental mengalir manis dari tulisan Winna. Hal yang unik adalah kisah segitiga ini diceritakan dari sudut pandang Sei dan Ai secara bergantian. Walaupun porsi Sei lebih banyak, tapi pada porsi Ai ada penyelesaian konflik segitiga ini. Saya juga suka dengan ornamen sakura di setiap halaman buku ini, yang membuat nuansa Jepangnya semakin terasa.Empat bintang untuk Natsu, Sei, Shin, dan Ai.

  • Findy
    2018-11-12 12:33

    Ada yang bilang seorang gadis dan pemuda tidak bisa memiliki persahabatan yang murni, artinya tanpa rasa apa-apa. Jika seorang gadis dan pemuda berteman dekat, kemungkinan besar akan tumbuh rasa suka atau rasa cinta. Walaupun di salah satu novel Orizuka yang berjudul I For You tidak begitu, dimana kedua tokoh utamanya – Cessa dan Benji, yang telah bersahabat sejak kecil, malah tidak merasakan rasa cinta, melainkan hanya rasa sayang layaknya kakak dan adik. Berbeda dengan novel Winna Efendi yang berjudul Refrain, dimana dua tokoh utamanya, Niki dan Nata, yang juga telah bersahabat sejak kecil, saling memiliki rasa cinta yang tumbuh dalam persahabatan mereka. Di novel Winna Efendi yang lain, yaitu Ai, juga mengalami hal yang serupa.Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Ai yang telah bersahabat dengan seorang pemuda bernama Sei sejak mereka berumur tiga tahun. Ada rasa yang tumbuh dalam persahabatan mereka, tetapi mereka mengabaikannya karena takut merusak persahabatan yang telah lama mereka jalin. Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan tambatan hati mereka masing-masing dan mulai melupakan rasa yang pernah tumbuh dulu. Berbagai rintangan berusaha merusak tali persahabatan mereka, tapi mereka berhasil bertahan. Sampai saat maut memisahkan mereka pun, mereka tetap mempertahankan tali persahabatan mereka itu. Dan akhirnya Ai dan Sei pun bersatu, dan akhirnya bahagia.Kisah persahabatan yang diwarnai asmara memang sudah sering dipakai, tetapi Winna berhasil menyajikannya dengan cara yang unik, dimana konflik-konflik yang tumbuh terasa nyata, dengan rangkaian kata-kata yang mengalir dan menghanyutkan. Setting yang digunakan juga menarik, yaitu Jepang, yang dideskripsikan dengan sangat baik, membuat pembaca merasa seperti masuk ke dalam setting cerita. Novel ini juga memperkenalkan budaya Jepang, seperti festival-festivalnya, tarian dan pakaian tradisionalnya, dan sebagainya. Sangat menarik.Sampulnya yang berwarna sejenis turquoise dengan latar belakang pohon sakura dan gambar boneka kecil berbaju tradisional Jepang yang berwarna merah dengan rambut merah tua yang disanggul ke atas sangat sesuai dengan setting Jepang yang digunakan. Judulnya yang menggunakan nama tokoh utama – Ai, yang juga bisa berarti “cinta”, menggambarkan genre romance yang diangkat. Sampul yang memikat hati.Saya sangat merekomendasikan novel ini, karena ceritanya yang manis dan mengharukan. Novel ini menyentuh hati dan membekas di dalam hati. Baik pecinta romance maupun yang tidak tetap dapat menikmatinya. Saya jamin Anda tidak akan menyesal setelah membacanya. Novel kedua Winna Efendi ini termasuk novel terbaik di antara semua novelnya.

  • Dina
    2018-11-27 13:21

    Ai, sebuah judul yang singkat tapi kaya akan makna. Ai dalam bahasa jepang berarti "Cinta" Judul yang singkat, indah dan mudah diingat. Buku ini menceritakan tentang persahabatan antara Ai dan Sei. Mereka bersahabat sejak kecil. Mereka sangat dekat dan saling mengenal satu sama lain. Hingga akhirnya datanglah Shin yang membuat persahabatan mereka semakin berarti dan takkan pernah terlupakan. Pertemanan mereka terus berlangsung hingga mereka menginjak dewasa. Mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan di Universitas di Tokyo. Dan disitulah kehidupan mereka benar benar dimulai.Jalinan hubungan antara Ai dan Shin terus berlanjut. Perasaan yang berbeda. Yaitu perasaan cinta. Walaupun Ai tetap membiarkan Sei agar tetap tinggal bersama mereka, tapi ada benak cemburu dihati Sei ketika melihat Ai dan Shin bersama. Hingga suatu saat, masuklah Natsu dalam kehidupan Sei, tetapi itupun tak berlangsung lama. Semuanya berubah tetika suatu kejadian terjadi yang membuatnya berubah. Ai mengalami masa masa yang sangat sulit, begitupun Sei. Mereka hanya membutuhkan waktu untuk menyadari semuanya, membiarkan orang yang paling mereka sayangi untuk pergi, melepasnya walau itu berarti kita tidak bisa melihatnya sama sekali. Akhirnya Ai dan Sei menyadari apa yang mereka tidak pernah ungkapkan selama ini. Rasa yang sebenarnya sudah ada sejak dulu. Dan itu pun belum terlambat untuk mengakuinya. Cerita tentang persahabatan yang dikemas secara hmm hampir sempurna dan apik. Simpatiku penuh terhadap Sei. Ya menurut gue Sei itu sangatlah mengagumkan, ia merelakan hidupnya hanya untuk membuat wanita yg dicintainya--Ai agar tetap bahagia walaupun ia harus menahan perihnya. aaaah love you banget pokoknya sm Sei <3 Agak kurang suka sm sikapnya Ai di tengah2 cerita. Ya gue juga tau kl yg namanya kehilangan org yg kita sayang itu emang sakit banget, tp bukan cuma dia doang yg kehilangan, banyak juga yg merasa kehilangan. Ya kalo menurut gue sikapnya terlalu kekanak2an dan belom siap untuk menatap kedepan. Untungnya ada Sei yang setia banget nemenin dan sabar ngadepin sikapnya Ai yg semakin hari semakin aneh. Tapiiiiii super duper suka sm endingnya, apalagi waktu Ai dan Sei ketemu di Tower Tokyo trus Ai bercerita sebuah cerita sm Sei. Dan Epilog nya jugaaaa >.< “Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat tiba-tiba kau sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan”

  • Miss Kodok
    2018-11-11 17:31

    Bacaan yang ringan tapi menarik.......persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu...Ketika usai bermetamorfosis dari ulat-kepompong-lalu menjadi kupu-kupu dengan sayap lembut nan cantik. Dengan keindahan warna sayapnya yang mampu membuat siapapun terpesona memandangnya, kupu-kupu itu akan terbang di dalam taman kehidupan yang penuh dengan bunga berwarna-warni, mengisap seluruh aroma manis yang ada pada bunga-bunga tersebut.Begitulah persahabatan... sesuatu yang sangat indah bagi siapapun yang memilikinya.Ai dan Sei, dua anak manusia yang bersahabat sejak kecil. Kebersamaan yang panjang telah membuat mereka saling membutuhkan walau pada akhirnya masing-masing dari mereka menyimpan rasa cinta yang tak terungkapkan.Kemudian hadir Shin diantara mereka yang lalu menjadi kekasih Ai dan tentu saja melukai perasaan Sei, tetapi Sei dengan caranya sendiri, bisa menerima semua itu demi melihat Ai bahagia. Tapi kemudian Shin meninggal dalam sebuah kecelakaan, Ai terpuruk dalam kesedihan yang dalam, dan pada saat seperti itu, Sei tetap setia mendampinginya dengan segenap rasa cinta yang dimilikinya. Waktu telah membuktikan bahwa kekuatan cinta Sei pada akhirnya membawa Ai ke dalam pelukannya untuk selamanya.Special note:Disini, aku hanya ingin berkata bahwa aku ingin mencintaimu secara sederhana, dimana hanya kau yang bisa memahami maknanya, selamanya...(ini review apa curhat sih... ?)Thanks to Mas Sus for giving me this book.(dengan tangan dan hati yang terbuka, selalu siap untuk menerima pemberian buku-buku lainnya).*ngarep mode on*

  • Aditya Hadi
    2018-12-08 15:50

    Ini buku Winna Efendi pertama yang saya baca. Ketika mengetahui kalau dalam buku ini Winna memakai teknik multiple-point-of-view (lebih dari 1 sudut pandang) yang merupakan favorit saya, maka saya pun tak ragu untuk membacanya. Walau hanya ada 2 sudut pandang dari pelaku utama, dan itupun terpisah dalam dua bagian yang tidak tumpang tindih, secara umum Winna bisa menjiwai dua tokoh berbeda itu dan menghasilkan karya yang bagus.Ai dan Sei adalah sepasang sahabat sejak mereka masih sangat kecil. Dalam buku ini beberapa kali disebutkan kalau “hubungan mereka sangat kompleks.” Mungkin ini cara penulis untuk mengisyaratkan kalau ada hubungan spesial di antara keduanya. Di akhir masa SMA, hadir seorang murid pindahan dari Tokyo, Shin namanya. Dan dengan cepat, Shin hadir di antara mereka berdua.Sei dan Shin adalah dua sosok yang berbeda, yang pertama lebih pemalu dan sulit untuk mengungkapkan perasaan, namun yang kedua merupakan tokoh yang terbuka dan easy-going. Tapi ada satu hal yang sama, keduanya sama-sama mencintai Ai. Cinta segitiga yang dibungkus dengan rasa persahabatan yang menyeruak ingin diutamakan. Dengan setting cerita di Jepang, mulai dari kampung kecil Ai dan Sei, Tokyo, hingga Sapporo, semua dijabarkan dengan gamblang.

  • Novita Wijayanti
    2018-11-28 12:49

    Ini novel kedua Winna yg kubaca setelah Refrain. Awal baca sinopsisnya sih nggak begitu tertarik, soalnya tentang cinta. Bahkan meski dikasih tau temenku kalo settingnya Jepang pun sebenernya aku masih ragu. Tapi begitu baca baru halaman pertama......aku ketagihan. Oke, aku jatuh cinta dengan cara Winna bercerita. Rasanya kayak baca novel terjemahan dan selama beberapa saat sempet lupa kalo ini novel asli Indonesia. Baca novel ini bikin keinget sama novel terakhir Kisah Klan Otori-nya Lian Hearn yang udah nangkring di rak bukuku selama bertahun-tahun, hehe :pMeskipun ada beberapa kata dalam bahasa Jepang yang sedikit salah penulisannya (seperti 'itadakimasu' dan 'okaeri'), it's okay. Kesalahan kecil itu termaafkan karena dengan kerennya Winna sukses membuatku serasa di Jepang :DTapi aku menyayangkan karena beberapa adegan terasa cukup datar akibat entah kurang dialog atau narasi yang kurang pas. Padahal kalau aku baca novel terjemahan, meskipun narasinya lebih banyak ketimbang dialognya, aku masih bisa mendapatkan feel dari suatu adegan. Mungkin Winna perlu banyak belajar lagi. Tapi overall, novel Ai ini keren banget~!!

  • Naynna Cilnist
    2018-11-11 15:30

    judul : Aipenulis : winna efendipenerbit : gagasmediaTahun terbit : 2012tebal buku : 277 halamanresensi: Novel ini mengkisahkan tentang kisah cinta Ai dan Sei yang bersahabat sejak kecil. Diam-diam mereka memiliki perasaan lebih dari sahabat. Namun semenjak kedatangan Shin dalam kehidupan mereka semua berubah. Suatu hari,Shin menyatakan perasaannya kepada Ai,dan Ai menerimanya. Akhirnya mereka berpacaran. Untuk menutupi rasa cemburunya,Sei pun berpacaran dengan Natsu. Namun itu tidak berlangsung lama,karena sejak Shin meninggal akibat kecelakaan lalu lintas Sei memutuskan untuk menemani Ai dalam masa-masa sulitnya. Hingga akhirnya setelah mereka berhasil melewati masalah-masalah yang muncul,Ai dan Sei resmi berpacaran.Hal terpenting dalam cinta adalah persahabatan,dan yang terpenting dalam persahabatan adalah cinta. Novel ini memiliki banyak kelebihan. Selain ceritanya yang membuat pembaca ikut hanyut dalam kisahnya,covernya pun bagus. Dengan warna hijau yang lembut,dan gambar bunga sakura yang menambah keindahan dari novel ini.

  • Stefanie
    2018-12-02 18:37

    Ini buku kedua Winna Efendi yang aku baca setelah Refrain. Buku ini bagus, penulisannya sangat bagus dan enak dibaca. Hanya saja, setelah membaca Refrain lalu membaca Ai, terkesan kok temanya sama?Sepasang cowok cewek, bersahabat, si ceweknya ketemu cowok lain dan jatuh cinta, lalu kembali lagi pada si sahabatnya, dan mereka berdua jadian.Aku menyukai buku ini karena gaya bahasa yang dipakai enak dibaca dan tidak membosankan. Secara keseluruhan sebetulnya bagus, hanya saja karena udah baca Refrain duluan, jadi agak bosan dengan temanya. :)mudah-mudahan karangan berikutnya dengan tema yang baru dan lebih fresh! :)Recommended bagi para pecinta novel romantis.

  • Diego Christian
    2018-11-27 18:30

    Saya selalu menyukai cara menulis Kak Winna. Saya baru sadar tulisannya yang berlatar Jepang ini mengingatkan saya akan gaya menulisnya Banana Yoshimoto dan juga Haruki Murakami. Karakter Ai di dalam buku menurut saya persis seperti Toto-Chan dalam buku berjudul sama yang ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi. Kelebihan penulis-penulis Jepang yang saya sebutkan di atas adalah mereka menulis dengan jiwa, soulful, dan terasa kelembutan hatinya, pun dengan Kak Winna. Jujur saja, saya lebih menikmati Ai daripada Refrain. Mulai saat ini, saya resmi menjadi pengagum Kak Winna. :)

  • Odet Rahmawati
    2018-11-16 16:38

    "Kehilangan memiliki cara tersendiri untuk mengubah orang-orang yang mengalaminya, tapi melarikan diri tak pernah menyelesaikan apa-apa." - Ayah Ai.Cerita yang manis, saya suka sama Ketegugan hati Sei. Dan ini buku pertama Winna Efendi yang bikin saya sesek napas bacanya. Nyaris menangis, huhu.Dalam sebuah hubungan persahabatan memang selalu ada sikap egois yang tak bisa dihindari. Namun tetap saja, hidup jauh lebih menyenangkan dengan memiliki persahabatan.

  • ijul (yuliyono)
    2018-12-04 16:42

    yang bisa kubilang: manis, sederhana, mengalir lancar, meskipun yahhh...dalam masa-masa sekarang kisahnya menjadi "ishhhh Korea-Jepang-dorama bangeettttsssss"....but hey, hey, hey....hampir nggak ada typo nih kecuali beberapa pemenggalan suku kata yang ganjil dan penggunaan kata 'bergadang' instead of 'begadang'

  • Annisa Purnomo
    2018-11-18 18:44

    awalnya kasian sama si sei dan rada marah sama shin. tapi ujungnya malah nyengir baca tingkah ai yang (mungkin) plin-plan. tapi ada bagian di mana shin meninggal dan itu bikin saya ikutan nangis. hehe

  • Uci
    2018-11-19 13:47

    Pingin.Ngegampar.Ai.Bolak.BalikPingin.Ngegampar.Sei.Balik.BolakAku rela menderita asalkan kau bahagia. Yeah right.

  • Windry
    2018-11-10 12:50

    review menyusul